Forkompimcam hadiri Apitan di Desa Poncoharjo

Masih di bulan Apit penanggalan Jawa. Tradisi sedekah bumi sebagai bagian wujud syukur atas rejeki berlimpah kembali digelar di bumi Kota Wali. Setelah Desa Jatimulyo, Desa Jali Kecamatan Bonang kini giliran masyarakat Desa Poncoharjo Kecamatan Bonang nguri-nguri budaya leluhur mereka.
Seperti halnya ungkapan desa mawa cara, negara mawa tata, begitu pula prosesi sedekah bumi di Poncoharjo yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan desa lainnya. Di sela perhelatan Apitan yang dimeriahkan pagelaran wayang kulit semalaman, Kades Poncoharjo Muslih mengungkapkan, sedekah bumi merupakan tradisi budaya warisan leluhur negeri ini. Bahkan tak hanya di Poncoharjo, hampir di setiap daerah di Indonesia memilikinya.
“Ada Keunikan tersendiri di Poncoharjo hal ini di sampaikan oleh Camat Bonang Haris Wahyudi Ridwan AP MSi di sela sela acara berputar mengelilingi rumah Pak Kades sebanyak tiga kali sebagai tradisi yang di ikuti oleh seluruh perangkat desa, yang utama Pak Kades yang membawa Cangkul, di ikuti oleh sekretaris desa yang membawa pecut dan yang terakhir dari barisan tersebut adalah perangkat ulu ulu yang mengucurkan air terus di sepanjang perjalanan mengelilingi rumah Kades.
Namun meski maksud dan tujuannnya sama, diyakini setiap daerah memiliki ciri khas sehingga membedakannya dengan daerah lainnya.
Diawali ziarah ke makam cikal bakal desa yakni Mbah Gunung Tanjung Anom, Kades Muslih bersama segenap perangkat desa dan jajaran anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan seluruh masyarakat desa Poncoharjo khusuk memanjatkan doa.
(HaWeEr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.