kecbonang.demakkab.go.id | Bonang, Demak – Masa pandemi virus corona telah menimbulkan efek buruk ke sektor ekonomi, terutama dunia usaha. Kegiatan industri menjadi terhambat bahkan perusahaan harus merumahkan karyawan.
Di Jawa Tengah, sejak awal Maret hingga 6 April kemarin, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi mencatat ada 191 perusahaan dengan 148.791 karyawan terdampak. Sebanyak 24.240 di antaranya di-PHK dan dirumahkan.
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, meminta karyawan yang di PHK dan dirumahkan untuk tidak panik. Ganjar meminta, mereka untuk segera daftar Kartu Pra Kerja. “Saya minta teman-teman segera mendaftarkan Kartu Prakerja. Ini program dari pemerintah pusat yang dapat dimanfaatkan. Silahkan segera mendaftar di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota atau Provinsi,” kata Ganjar, Selasa (7/4).
Adapun syaratnya adalah Warga Negara Indonesia (WNI), berusia minimal 18 tahun, dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal. “Dari kuota Kartu Prakerja Jateng sejumlah 421.705 orang, hingga saat ini baru ada 19.000 orang yang mendaftar atau belum ada 5 persennya. Jadi peluang masih terbuka lebar,” jelasnya.
Dari Kartu Pra Kerja itu, kata Ganjar, para karyawan yang di PHK akan mendapat sejumlah fasilitas pelatihan selama empat bulan. Selama itu, pemegang kartu akan mendapat fasilitas senilai Rp 3.550.000. Rinciannya, Rp 1 juta untuk anggaran pelatihan, Rp 2,4 juta untuk uang saku dan Rp 150 ribu untuk uang survei.
“Jadi jangan berkecil hati, silahkan segera mendaftar. Tetap jaga kesehatan dan jangan lupa pakai masker,” ujarnya.
Menurut Ganjar, hingga saat ini baru 5 persen dari pekerja di-PHK dan dirumahkan yang mendaftar Kartu Pra Kerja. “Hingga saat ini baru sekitar 5 persen yang mendaftar, jadi peluangnya cukup besar. Silahkan masyarakat memanfaatkan program ini dengan segera mendaftar,” ucapnya. Patut diketahui, jumlah perusahaan di Jateng ada 23.994 dengan pekerja 1.679.808 orang yang terdiri dari pekerja laki-laki 910.577 orang dan perempuan 769.231 orang. Untuk Kartu Pra Kerja, Jawa Tengah mendapat kuota 421.705 dengan total anggaran Rp 1,49 triliun.
