Menu Close

Lestarikan warisan kuliner khas Demak, Dharma Wanita Kecamatan Bonang Sajikan Demo Pembuatan “Bubur Jamu Coro”

Jumat (11/10/2019) siang, jadi hari yang sibuk bagi Dharma Wanita Kecamatan Bonang. Pasalnya hari itu, Dharma wanita kecamatan Bonang kebagian tugas sebagai tuan rumah sekaligus penyaji dalam Kegiatan Dharma Wanita se-kecamatan Bonang. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali itu, diikuti oleh ikatan Dharma Wanita yakni istri Pegawai Pemerintahan dan Pegawai wanita di lingkungan pemerintah kecamatan Bonang.

Pada kesempatan itu, Dharma Wanita kecamatan Bonang yang dipandu oleh ibu Camat didampingi ibu Sekcam Ibu Anjariah, S.Pd.AUD beserta Ibu Budi menyajikan demo pembuatan bubur Jamu Coro. Ibu Camat dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Bubur jamu coro¬† yang merupakan Sajian kuliner legendaris khas warisan leluhur kabupaten Demak perlu dilestarikan dan dikenalkan kembali pada generasi muda supaya dikemudian hari tidak musnah”.

“Generasi muda kebanyakan lebih menyukai junk food atau varian makanan baru yang trend dari negara lain dan mulai meninggalkan kuliner khas dari Indonesia. Bahkan anak-anak maupun dewasa menganggap kuliner khas Demak ini sudah tidak kekinian, kuno dan gengsi sehingga kurang diminati. Oleh karena itulah, harus kita kenalkan kembali mulai dari rasa, khasiat, cara pembuatannya serta nilai ekonomisnya melalui kegiatan semacam ini, tegas Ibu Camat.

Ibu Budi menjelaskan sekaligus mendemonstrasikan cara pembuatan Bubur Jamu Coro. Bubur Jamu Coro terdiri dari dua jenis kuliner, yakni bubur dan jamu coro. Bubur terbuat dari tepung beras. Dan Jamu coro terbuat dari santan kelapa, gula merah, garam halus, kayu manis, cengkeh, jahe, lengkuas dan daun pandan. Santan direbus di atas api sedang bersama daun pandan, diaduk hingga mendidih. Kemudian masukkan semua bahan lainnya kedalam rebusan santan hingga tercium aroma harum. Kuliner ini bisa dinikmati sekaligus atau terpisah.Bubur Jamu Coro akan terasa nikmat jika saat dihidangkan ditambah santan, kinca atau air rebusan gula merah dan merica bubuk. Rasanya begitu menggugah selera.

Ibu Anjariah, S.Pd.AUD menyampaikan bahwa “Jamu Coro ini dipercaya bisa mengobati perut kembung dan masuk angin karena terasa hangat di perut dan bisa juga untuk kebugaran tubuh. Biasanya habis mengkonsumsi Bubur Jamu Coro, para penikmatnya merasa tubuhnya langsung segar”.

Kegiatan ini diakhiri dengan icip-icip dan pembagian Bubur Jamu coro yang telah dibuat bersama sekaligus resep pembuatannya kepada seluruh peserta Dharma Wanita se-kecamatan Bonang. Harapannya setelah ini, para peserta Dharma Wanita bisa mencoba membuat sendiri dirumah sekaligus ditularkan atau diajarkan kepada seluruh masyarakat sekitarnya supaya Bubur Jamu coro kembali mewabah serta tetap lestari sebagai kuliner legendaris warisan leluhur khas Kabupaten Demak.

 

  • DHARMA WANITA BLN OKOBER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *