Menu Close

GERMAS BANTING!! (BeraNTas stunTING)!! Dengan edukasi pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan bagi ibu dan keluarga Di Desa Kembangan

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang salah satu sebab pokoknya adalah kekurangan gizi akut. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, sebanyak 37 % atau hampir 9 juta anak balita mengalami stunting. Angka ini bertambah terus dengan berjalannya waktu, sehingga Indonesia menyumbangkan anak stunting terbesar ke 5 di dunia.

Persoalannya, anak stunting atau kerdil rentan terhadap penyakit degenaratif dalam usia dini, tidak memiliki kecerdasan maksimal, serta berisiko besar menurunnya produktifitas. Berita ini memprihatinkan mengingat Indonesia akan mendapatkan bonus demografi tahun 2045. Jika kondisi anak balita mengalami stunting terus bertambah, bonus yang akan didapat bukan generasi emas yang mampu menyangga ekonomi Indonesia kedepan, tapi justru meningkatkan kemiskinan.

BKKBN Kabupaten Demak beserta Pemerintah Kecamatan Bonang telah berkoordinasi dan bersinergi dalam upaya menangani persoalan diatas. Senin lalu (31/09//2019) melalui germas di Desa Kembangan kecamatan Bonang diselenggarakan pertemuan edukasi pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan bagi ibu dan keluarga.

 

Gelaran acara yang dihadiri oleh Camat Bonang, Bapak Haris Wahyudi Ridwan AP MSi dan Narasumber dari Germas BKKBN mengedukasi masyarakat bahwa Masa 1000  hari pertama kehidupan (HPK) merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Pada masa inilah proses tumbuh kembang seorang anak dimulai. Orang tua memiliki peran penting untuk memberikan perawatan dan pengasuhan yang berkualitas sesuai dengan tahap perkembangan anak.

1000 hari pertama kehidupan dihitung sejak pembuahan sampai usia sekitar 2 bulan merupakan masa kritis yang dapat meminimalisir akibat stunting. Orang tua merupakan ujung tombak pengasuhan anak, yang diharapkan mampu mengejar untuk memperkecil akibat.

”Masalah stunting sudah menjadi masalah serius di Indonesia. Stunting menjadi program utama pemerintah dan merupakan tanggungjawab bersama. Pola pengasuhan anak terutama pada 1000 hari pertama kehidupan sangat penting untuk diperhatikan. Intervensi gizi dan nutrisi harus gencar dilakukan demi kesehatan dan keberlangsungan hidup yang baik bagi masa depan generasi emas penerus kita,” jelas Camat Bonang Bapak Haris Wahyudi Ridwan AP MSi dalam sambutannya.

Keluarga merupakan unit utama dalam menentukan masa depan anak. Keluarga juga yang memiliki peran besar dalam pengasuhan yang layak guna  menurunkan angka stunting di Indonesia. ”Kalau pemimpin keluarga tidak diedukasi, sama juga bohong. Saya yakin, pendidikan keluarga bisa mendukung penuh program stunting sesuai instruksi presiden ini,” tegas Bapak Haris Wahyudi Ridwan AP MSi.

 

Camat Bonang juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar secara bersama-sama meminimalisir penderita stunting di daerah kecamatan Bonang  demi memaksimalkan tingkat pertumbuhan dan kesehatan, serta mengurangi dampak lain yang ditimbulkan dari stunting itu sendiri. Setelah mendapat edukasi ini, seluruh komponen yang terlibat diharapkan mampu melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitarnya tentang stunting dan pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan. (Admin)

HaWerrr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *